Kuliner Unik Sumatra Barat
Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi di pulau sumatra. Dikenal dengan masakan padangnya yang nikmat dan mendunia. Padang sendiri adalah salah satu wilayah di Sumatera Barat yang juga terkenal dengan makanan berbahan dasar daging dan santan. Soal rasa, masyarakat Minangkabau lebih menyukai rasa pedas, sehingga kebanyakan masakannya adalah bercita rasa pedas. selain masakan padang, sumatra barat juga memiliki kuliner lezat lainnya, berikut ini daftarnya.
Dari namanya saja, sudah terlihat bahwa asem pandeh daging dibuat dengan bahan dasar daging, terutama daging sapi. Walupun kini banyak rumah makan yang mencoba membuat asem pandeh dari daging ikan maupun daging ayam, jadi tidak hanya daging sapi saja. Sesuai arti namanya yang berarti asam pedas, rasanya juga begitu, asam pedas, karena dibuat dengan cabai yang dominan, dan ada asam kandis. Jika dibuat dengan daging sapi, penampilannya akan sangat mirip dengan rendang, karena warna dagingnya yang cokelat, dengan sedikit kuah menyertainya. Untuk lebih mempercantik tampilan, biasanya akan ditambah dengan irisan tomat di atasnya.
Kacimuih
Olahan khas Sumatera Barat cukup melimpah, yang pertama ada kacimuih. Walaupun dibuat dengan bahan dasar singkong yang cenderung ‘ndeso’, namun setelah jadi kacimuih maka rasanya akan berbeda. Pembuatannya dilakukan dengan bahan singkong, gula (bisa gula putih bisa gula merah), dan parutan kelapa. Bentuknya sendiri terbilang sederhana, ketela pohon tadi akan ditumpuk dengan kelapa parut maupun gula. Namun rasanya akan sangat nikmat di mulut, ada rasa gurihnya parutan kelapa maupun manisnya gula.
Pembuatannya juga tidaklah sulit, yakni cukup dengan menyiapkan singkong yang telah terkupas, gula aren atau gula pasir, parutan kelapa, garam, dan vanilli. Singkong yang telah bersih nantinya akan diparut agak kasar lalu langsung bisa dikukus. Selain itu ada pula tambahan garam dan vanilli untuk memberi rasa pada singkong. Kira-kira, selama 20 menit, hasil kukusan sudah matang dan sudah bisa diangkat untuk disajikan bersama parutan kelapa dan gula putih.
Selain gula putih, kacimuih juga bisa dimakan dengan gula aren. Untuk penggunaan gula aren agak berbeda, karena kelapa parut harus dimasak dulu, sedangkan gulanya harus sudah cair, baru bisa ditaruh di atasnya. Harga untuk satu porsinya cukup terjangkau, uang 3 ribu sampai 5 ribu rupiah sudah cukup untuk membelinya.
Asem Pandeh Daging
Dari namanya saja, sudah terlihat bahwa asem pandeh daging dibuat dengan bahan dasar daging, terutama daging sapi. Walupun kini banyak rumah makan yang mencoba membuat asem pandeh dari daging ikan maupun daging ayam, jadi tidak hanya daging sapi saja. Sesuai arti namanya yang berarti asam pedas, rasanya juga begitu, asam pedas, karena dibuat dengan cabai yang dominan, dan ada asam kandis. Jika dibuat dengan daging sapi, penampilannya akan sangat mirip dengan rendang, karena warna dagingnya yang cokelat, dengan sedikit kuah menyertainya. Untuk lebih mempercantik tampilan, biasanya akan ditambah dengan irisan tomat di atasnya.
Bahkan makanan ini kerap disajikan saat acara-acara adat yang sakral, sebut saja saat ketika acara pernikahan, yang disajikan untuk para tamu dan undangan. Pembuatan makanan ini hanya perlu mencampur bumbu halus berupa bawang merah dan bawang putih dengan daging, bahkan ditambah lagi dengan cabai merah, jahe, asam kandis, dan tomat yang telah dimemarkan. Setelah didiamkan selama 30 menit, baru campuran tersebut sudah bisa digoreng sampai warnanya kecokelatan. Setalah matang, maka sudah siap disajikan bersama nasi, jika ingin membelinya, datang saja ke rumah makan di ranah Minang karena cukup banyak yang menjualnya.
Sate Lokan
Jika biasanya mengenal sate hanya dari bahan dasar daging sapi, ayam, atau kambing, namun di daerah Minangkabau, khusunya Padang ada sate lokan. Apa itu sate lokan? Sate lokan adalah sate yang menggunakan bahan dasar berupa kerang hijau. Walaupun awalnya hasil laut dengan nama latin Perna viridis L ini memiliki warna hijau, namun setelah dimasak akan bewarna oranye kemerahan. Seperti halnya sate kebanyakan, sate kerang ini akan disajikan dengan cara ditusuk yang ditambah dengan kuah kentalnya.
Sebelum bisa disajikan, kerang akan terlebih dahulu direbus dengan adanya tambahan bumbu halus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, serai, jahe, merica, jintan, kunyit, dan cabai merah. Jika hasilnya telah matang, hasil kerang rebus tadi sudah bisa ditusuk lalu bisa langsung dibakar sampai warnanya kecokelatan. Hasilnya akan disajikan di piring bersama kuah hasil rebusan kerang tadi, tapi ditambah dengan tepung beras agar kental. Sate yang akan ditaburi bawang goreng di atasnya ini akan lezat dinikmati bersama ketupat dengan cita rasa yang gurih dan pedas.
Galamai
Galamai di Sumatera Barat sangatlah populer, sehingga beberapa kota seperti Payakumbuh, Pariaman, Pasaman, dan Solok mempunyai cara memasaknya sendiri. Namun kebanyakan makanan asal Sumatera Barat dengan nama lain kalamai ini memiliki komposisi bahan serupa, seperti tepung beras ketan, santan, gula aren, dan kacang tanah. Mungkin ketiga bahan pertama sudah tidak asing lagi bagi pembuatan dodol atau jenang, karena galamai memang mirip kedua makanan tersebut. Bedanya hanya pada taburan kacang tanah yang menghiasi galamai, sehingga terdapat cita rasa yang berbeda dibanding kedua olahan dari Jawa itu.
Untuk memasaknya juga agak mirip dengan dodol, yakni dengan memasak bahan-bahan di atas dalam satu kuali besar dengan api yang stabil. Untuk membuatnya menjadi lengket, pembuat harus telaten mengaduk adonan galamai selama 3-4 jam lamanya. Setelah galamai tadi masak, selanjutnya adalah dengan memotong adonan menjadi bentuk yang diinginkan. Dengan rasa manis dari gula aren ditambah dengan renyahnya kacang tanah yang terlebih dahulu disangrai, maka akan menghasilkan rasa galamai yang enak.
Sala Lauak
Selain Padang, kota besar lain di Sumbar adalah Pariaman yang juga punya makanan khas, diantaranya adalah sala lauak. Makanan asli Sumatera Barat ini dibuat menggunakan ikan karena daerah Pariaman adalah daerah pesisir dengan hasil ikan yang cukup banyak. Sesuai namanya, yang berarti goreng dari kata sala, maka cara pemasakan sala lauak juga dengan cara digoreng. Namun penggorengan itu terjadi apabila adonan dari daging ikan yang telah halus dicampur dengan tepung sebagai luarannya telah dibuat. Dalam proses pembuatan adonan tersebut nantinya akan dibuat bulat atau pipih, bisa juga sesuai selera baru bisa digoreng.
Warna yang akan timbul seusai penggorengan adalah kecokelatan, dengan rasa gurih dan renyah yang timbul saat menggigitnya. Sebenarnya sala lauak terdapat dua varian, yakni yang berbentuk bulat dinamakan sala keras karena luarannya agak keras. Namun jenis lain, yaitu sala lunak punya tekstur yang lebih lunak dengan bentuk pipih. Selain itu, perbedaan lainnya adalah bahannya, jika yang keras memakai ikan asin, maka yang lunak menggunakan ikan stuhuak. Sebagai salah satu jenis gorengan, ikan stuhuak akan sangat tepat menjadi lauk makan maupun camilan, apalagi dicocol dengan saus.



Komentar
Posting Komentar